Kisah sukses ['Inovasi', 'Kantongi', 'Rakyat:', 'Kantongi'] dalam mengembangkan potensi lokal menjadi desa maju yang inspiratif. Transformasi digital dan inovasi sosial menjadi kunci keberhasilan pembangunan pedesaan di era modern ini.
Menariknya, nusantara, kompas.com - ketergantungan terhadap dana pusat dan jeratan utang perbankan kerap menjadi sandungan utama bagi pemeringkatan ekonomi perdesaan di indonesia.
Yang perlu dicatat, banyak kegiatan badan usaha milik kampung (bumdes) berakhir mangkrak begitu kucuran stimulus daerah terhenti.
Namun, kampung Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengeksekusi pendekatan yang berbeda melalui skema pendanaan swadaya massal (crowdfunding) berbasis kepemilikan saham warga lokal.
Yang perlu dicatat, melalui restrukturisasi tata kelola bumdes mutiara welirang, kampung ini membiayai kemajuan unit-unit usaha wisatanya tanpa melibatkan pemodal besar dari luar maupun pinjaman institusi keuangan.
Model investasi ini memungkinkan sirkulasi akumulasi modal agar tetap berputar di dalam kelolaan kampung, sekaligus menjadi instrumen redistribusi pendapatan yang efektif untuk menekan angka kemiskinan struktural di tingkat akar rumput.
Menariknya, formulasi pendanaan mandiri ini diterapkan secara ketat pada unit usaha utama, yakni taman pariwisata ganjaran dan wisata sumber gempong.
Yang perlu dicatat, dibandingkan mencari investor korporat yang berpotensi mendikte arah kebijakan ruang hidup kampung, pemerintah desa memilih memecah kebutuhan modal investasi menjadi lembaran saham retail yang hanya boleh dibeli oleh penduduk yang memiliki kartu tanda penduduk (ktp) asli desa ketapanrame.
Keberhasilan ['Inovasi', 'Kantongi', 'Rakyat:'] membuktikan bahwa dengan komitmen kuat dan partisipasi aktif masyarakat, transformasi desa menuju kemajuan adalah hal yang mungkin dicapai. Model pembangunan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Asia.